SEO BLOG & TEMPLATES
Tampilkan postingan dengan label Indonesiaku. Tampilkan semua postingan
Indonesiaku, Travel
Data terbaru PBB mendapuk Indonesia di urutan ke-4 sebagai negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Bahkan tak hanya itu, garis pantai Indonesia yang mencapai lebih dari 95.000 km ini juga diperkaya dengan karakteristik pantainya yang beranekaragam.
Lalu pantai apa saja di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi? TripAdvisor sebagai situs perjalanan terbesar di dunia, baru-baru ini merilis daftar 10 pantai terbaik di Indonesia melalui penghargaan Traveler’s Choice 2015 untuk kategori pantai. Menurut rilis yang diterima tim Liputan6.com, Selasa (8/9/2015), berikut 6 pantai terbaik dari 10 yang mendapat penghargaan.
Pantai Nusa Dua, Bali
Pantai Padang Padang, Bali
Pantai Tanjung Aan, Lombok
Tak kalah dengan Bali, Lombok juga menjadi kawasan dengan segudang pemandangan pantai yang indah. Pantai Tanjung Aan dengan pasir putih yang terhampar luas, dan air yang sejernih kristal menambah keindahan pantai ini.
Pantai Tanjung Tinggi, Belitung
Pantai Pink, NTB
Pantai Papuma, Jember
Source : Liputan6.com
Indonesiaku
Tim 86 Netmedia meminta maaf soal “parkir atau berhenti” yang menyebabkan ditilangnya seorang supir taksi oleh seorang polisi.
Belakangan ini, masih ramai pembicaraan mengenai cuplikan video penilangan seorang sopir taksi yang dianggap “berhenti” oleh polisi dalam acara 86 yang ditayangkan oleh Netmedia. Penilangan itu sendiri ramai dibicarakan oleh netizen gara-gara marka “dilarang parkir” yang digunakan oleh polisi sebagai alasan untuk menilang sopir taksi. Selain banyak dari netizen yang marah, ada pula yang mempertanyakan kenapa hal seperti itu bisa sampai ditayangkan oleh di layar kaca. Nah, mengenai hal tersebut, melalui akun instagram-nya, tim 86 Netmedia meminta maaf.
“Disitu memang hanya larangan lambu dilarang parkir, tidak ada rambu larangan stop/berhenti, kenapa disitu ngga ada rambu larangan stop/berhenti karena disitu ada pasar dan aktifitas ekonomi, sudah pasti akan banyak aktifitas masyarakat disana, dan taksi tersebut berhenti dan tidak merintangi kendaraan yg lain sesuai pasal 105 ayat b.
Harusnya cukup polisi tersebut hanya dengan memerintahkan taksi tersebut untuk jalan tidak berhenti disitu tanpa harus ditilang, memang terjadinya kesalahan pada proses tilang oleh polisi waktu itu. Kami minta maaf yang sebesar2nya“
Harusnya cukup polisi tersebut hanya dengan memerintahkan taksi tersebut untuk jalan tidak berhenti disitu tanpa harus ditilang, memang terjadinya kesalahan pada proses tilang oleh polisi waktu itu. Kami minta maaf yang sebesar2nya“
Dalam pernyataan resminya, Tim 86 Netmedia meminta maaf dan menjelaskan bahwa memang disana ada larangan untuk parkir tetapi tidak ada larangan stop/berhenti karena daerah tersebut merupakan salah satu pusat aktifitas masyarakat. Tim 86 Netmedia juga mengatakan memang seharusnya penilangan tidak terjadi dan polisi seharusnya hanya menyuruh sopir taksi untuk lanjut jalan.
Netizen pun bereaksi atas permintaan maaf tim 86 Netmedia diatas, kebanyakan mengatakan bahwa seharusnya yang meminta maaf adalah oknum polisi yang menilang pak sopir dan bukan Tim 86 Netmedia:
“Tolong polisi yang bersangkutan meminta maaf kepada sang sopir taksi, lebih baik begitu daripada terus mencari pembenaran diri“
“Minta maaf sama supir taksi nya langsung dong!“
“Yang harusnya minta maaf itu polisinyaa”
“Polisi yg bersangkutan sebaiknya diberi sanksi, masak polisi sama supir taksi masih pinteran supir taksi, kalo gitu tuker aje polisinya jadi sopir taksi sopir taksinye jadi polisi“
Dalam UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan BAB I Pasal 1 No. 15 & 16 “Parkir” memiliki definisi kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya. Lalu, “Berhenti” memiliki definisi kendaraan tidak bergerak untuk sementara dan tidak ditinggalkan pengemudinya.
Kami dari NET. Mediatama Televisi menyatakan akun instagram @86netmedia ini bukan akun resmi milik NET. Segala isi posting dari akun @86netmedia ini di luar pengawasan dan tanggung jawab NET. Akun resmi program 86 NET hanya akun twitter @86netmedia
Indonesiaku

Rentetan kekejaman pada Muslim Rohingnya di Arakan, Myanmar, masih tetap senantiasa jalan. Sampai kini, jumlah Muslim yang tewas mencapai 15 ribu orang. Beberapa 30 ribu Muslim dinyatakan hilang, tengah 5. 000 orang yang lain ditahan, yang kebanyakannya yakni pemuda. Demikian laporan Nahzdatul Mufaqqirin, seperti peluncuran EraMuslim.
Masjid juga tak luput dari maksud kekejaman sebagian orang Budha Myanmar. Sedikitnya 21 masjid telah dibakar. Nahzdatul Mufaqqirin merinci, masjid-masjid yang dibakar itu ada di desa Kemboh, Furam (2 masjid), Zailar (5 masjid), Buhor, Folton, Shun Dori, Dirom, Godubah, Forhali, Noyah, Shel Gara, Honsi, Am Bari, Sinkir, Santoli, dan Bodur.
Kecuali pembunuhan dan tindak kekejaman yang melukai fisi, kerugian harta dan kehormatan juga dihadapi Muslim Rohingnya. Massa Budha dilaporkan merampok dan menjarah desa-desa Muslim di Arakan serta memperkosa sebagian Muslimah di sana. Sebagian ribu Muslim yang ketakutan dengan kekejaman yang senantiasa jalan, tentukan mengungsi ke Bangladesh. Pejabat imigrasi Bangladesh memperkirakan, saat ini ada 300 ribu pengungsi Rohingya. Mereka tentukan Bangladesh dengan harapan dapatkan kehidupan yang lebih baik.
Namun, pengungsian itu tidaklah berarti tidak ada persoalan. Minggu lalu pihak berwenang Bangladesh memulangkan lewat cara paksa sekitaran 2000 orang etnis Rohingya. Selain itu, di daerah pengungsian kondisi sebagian Muslim juga demikian memprihatinkan karena kekurangan makanan dan permasalahan kesehatan akibat tempat tinggal yang memprihatinkan. Minggu lalu perahu-perahu Rohingya yang akan mengungsi ke Bangladesh ditembaki, mengakibatkan sebagian penumpang meninggal dunia terlebih dulu berhasil menginjakkan kaki di Bangladesh. IK/EM/Ar/Hdy/Rpb
BURMA –Kekerasan di desa-desa Muslim Rohingya di negara sisi Rakhine (Arakan) di Burma (Myanmar), meliputi pembunuhan, penjarahan, pembakaran, penangkapan masih tetap jalan. Badan-badan internasional, seperti PBB, masih tetap tak berdaya hadapi beberapa kumpulan etnis Buddha yang didukung pasukan gabungan ‘keamanan’ Rakhine. Sebagian ribu Muslim Rohingya telah gugur akibat dibantai oleh etnis Rakhine lewat cara brutal. Sebagian puluh ribu yang lain jadi tunawisma dan tengah memikul derita kelaparan dan pengobatan di Arakan.
Media-media Burma yang pro-Rakhine telah menyebarkan propaganda terkait Muslim Rohingya. Mereka menggambarkan bila Muslim Rohingya yakni teroris dan yang membunuh serta membakar sebagian rumah etnis Buddha Arakan. Satu di antara bukti bila sebagian orang etnis Rakhine-lah yang kerjakan kekerasan yakni bisa dilihat dari pakaian mereka yang memakai pakaian khas Buddhis atau celana pendek. Perlu di kenali bila biasanya Muslim Rohingnya, mereka umum memakai sarung selutut, mungkin saja saja demikian tak kerap yang terlihat memakai celana pendek. Namun tidak tutup kesempatan bila etnis Buddha menyamar gunakan baju seperti Muslim Rohingya, buktinya saja, polisi Burma yang menangkapi sebagian pemuda Rohingya waktu lalu disiksa, mereka diperlengkapi senjata untuk diambil gambar mereka dan disebarkan.
Sebagian ribu yang lain terpaksa sekali melarikan diri ke negeri tetangga, Bangladesh, untuk
Masjid juga tak luput dari maksud kekejaman sebagian orang Budha Myanmar. Sedikitnya 21 masjid telah dibakar. Nahzdatul Mufaqqirin merinci, masjid-masjid yang dibakar itu ada di desa Kemboh, Furam (2 masjid), Zailar (5 masjid), Buhor, Folton, Shun Dori, Dirom, Godubah, Forhali, Noyah, Shel Gara, Honsi, Am Bari, Sinkir, Santoli, dan Bodur.
Kecuali pembunuhan dan tindak kekejaman yang melukai fisi, kerugian harta dan kehormatan juga dihadapi Muslim Rohingnya. Massa Budha dilaporkan merampok dan menjarah desa-desa Muslim di Arakan serta memperkosa sebagian Muslimah di sana. Sebagian ribu Muslim yang ketakutan dengan kekejaman yang senantiasa jalan, tentukan mengungsi ke Bangladesh. Pejabat imigrasi Bangladesh memperkirakan, saat ini ada 300 ribu pengungsi Rohingya. Mereka tentukan Bangladesh dengan harapan dapatkan kehidupan yang lebih baik.
Namun, pengungsian itu tidaklah berarti tidak ada persoalan. Minggu lalu pihak berwenang Bangladesh memulangkan lewat cara paksa sekitaran 2000 orang etnis Rohingya. Selain itu, di daerah pengungsian kondisi sebagian Muslim juga demikian memprihatinkan karena kekurangan makanan dan permasalahan kesehatan akibat tempat tinggal yang memprihatinkan. Minggu lalu perahu-perahu Rohingya yang akan mengungsi ke Bangladesh ditembaki, mengakibatkan sebagian penumpang meninggal dunia terlebih dulu berhasil menginjakkan kaki di Bangladesh. IK/EM/Ar/Hdy/Rpb
BURMA –Kekerasan di desa-desa Muslim Rohingya di negara sisi Rakhine (Arakan) di Burma (Myanmar), meliputi pembunuhan, penjarahan, pembakaran, penangkapan masih tetap jalan. Badan-badan internasional, seperti PBB, masih tetap tak berdaya hadapi beberapa kumpulan etnis Buddha yang didukung pasukan gabungan ‘keamanan’ Rakhine. Sebagian ribu Muslim Rohingya telah gugur akibat dibantai oleh etnis Rakhine lewat cara brutal. Sebagian puluh ribu yang lain jadi tunawisma dan tengah memikul derita kelaparan dan pengobatan di Arakan.
Media-media Burma yang pro-Rakhine telah menyebarkan propaganda terkait Muslim Rohingya. Mereka menggambarkan bila Muslim Rohingya yakni teroris dan yang membunuh serta membakar sebagian rumah etnis Buddha Arakan. Satu di antara bukti bila sebagian orang etnis Rakhine-lah yang kerjakan kekerasan yakni bisa dilihat dari pakaian mereka yang memakai pakaian khas Buddhis atau celana pendek. Perlu di kenali bila biasanya Muslim Rohingnya, mereka umum memakai sarung selutut, mungkin saja saja demikian tak kerap yang terlihat memakai celana pendek. Namun tidak tutup kesempatan bila etnis Buddha menyamar gunakan baju seperti Muslim Rohingya, buktinya saja, polisi Burma yang menangkapi sebagian pemuda Rohingya waktu lalu disiksa, mereka diperlengkapi senjata untuk diambil gambar mereka dan disebarkan.
Sebagian ribu yang lain terpaksa sekali melarikan diri ke negeri tetangga, Bangladesh, untuk
menyelamatkan diri mereka. Sebagian Muslim berhasil sampai ke Bangladesh dan berdiam diri di kamp pengungsian Lada, di selatan Bangladesh, yang dioperasikan oleh LSM Muslim Inggris yang siapkan pengobatan dan pertolongan makanan. Namun karena minimnya.kurang tersedianya, kamp pengungsian dibangun dengan seadanya bahkan tidak layak. Tak semua Muslim Rohingya dapat tinggal di kamp pengungsian, karena sebagian ribu dari mereka telah diusir oleh otoritas Bangladesh karena dikira ilegal. Sebentar sebagian Muslim juga ditahan oleh polisi-polisi perbatasan dan bahkan dihukum dijemur di atas pasir pantai yang panas.
Muslim Rohingya baik yang masih tetap tinggal di Arakan dan tengah mengungsi ke negara tetangga, tengah dalam kondisi kritis, butuh pertolongan selekasnya dari dunia internasional. Hingga sekarang ini Muslim Rohingya masih tetap hidup dalam ketakutan.
Jumlah kematian Muslim di Arakan capai 6000 jiwa
Berita pembunuhan, pembakaran, penjarahan, pemerkosaan serta penangkapan Muslim Rohingya di negara segi Arakan (Rakhine), Burma (Myanmar) masih tetap terdengar. Kekerasan kejam itu ditangani oleh sebagian orang kafir Buddha dan pasukan gabungan tentara Burma. Sebagian ribu jiwa Muslim tak bersalah telah gugur (syahid insya Allah) dalam kekerasan yang meraih puncak akhir-akhir ini.
Berdasarkan pada laporan dari komune Ansar Al-Mujahidin, sebagian saksi mata dari keluarga korban yang senantiasa berkomunikasi melalui telephone, memperkirakan bila jumlah kematian Muslim di Arakan dapat mencapai 6000 jiwa hingga saat ini (innalillahi wa innailaihi roji’uun). Sebentar belum ada media yang dapat merinci jumlah spesial korban, mengingat media-media saat ini hanya terima laporan dari warga Rohingya di Arakan yang selamat dan masih tetap bisa berkomunikasi. Menurut saksi, jumlah-jumlah yang hingga saat ini dinyatakan hanya mewakili bila benar-benar berjalan pembantaian brutal pada Muslim di Arakan.
Selain itu dijelaskan bila sebagian etnis kafir Buddha telah membunuh sebagian ratus orang Rohingya lantas melemparkan jasad mereka ke teluk Bengal. Untuk menyembunyikan fakta dan menyebarkan propaganda busuk, sebagian penganut Buddha etnis Rakhine itu menempatkan sebagian pakaian yang umum digunakan warga Buddha pada Muslim yang meninggal dunia dan mengklaim bila mereka yakni jasad orang Buddha sebagai korban.
Pasukan gabungan Nasaka dan sebagian orang Buddha Rakhine juga menangkapi warga-warga Rohingya dari desa-desa mereka yang dapat memimpin orang-orang Muslim, biasanya pria dewasa atau sebagian pemuda, dibawa ke tempat yg tak di kenali dan dikabarkan telah tewas tak terlihat oleh orang-orang setempat.
Lebih jauh lagi, karena biasanya yang dibunuh yakni Muslim lelaki, sampai banyak Muslim tinggal di rumah mereka tidak ada perlindungan dari lelaki, dan banyak Muslimah serta anak-anak yang melarikan diri menuju perbatasan Bangladesh, namun ironisnya pasukan ‘keamanan’ perbatasan Bangladesh kirim kembali perahu-perahu mereka ke Myanmar, sampai sebagian orang kafir Buddha menenggelamkan perahu-perahu kelompok Muslimin dan membunuh sebagian penumpangnya.
Sebentar sebagian puluh ribu Muslim Rohingya di kota-kota di Arakan tengah memikul derita kelaparankarena tidak ada suplai pangan yang cukup, juga karena sebagian toko mereka telah dibakar habis, dan mereka juga memikul derita karena harus jadi tunawisma karena sebagian rumah mereka ludes terbakar, hanya tinggal di sebagian tempat pengungsian yang demikian buruk kondisinya.
Sumber: http://www.infomasakini.com/2016/02/derita-muslim-rohingya-myanmar-15000.html
Muslim Rohingya baik yang masih tetap tinggal di Arakan dan tengah mengungsi ke negara tetangga, tengah dalam kondisi kritis, butuh pertolongan selekasnya dari dunia internasional. Hingga sekarang ini Muslim Rohingya masih tetap hidup dalam ketakutan.
Jumlah kematian Muslim di Arakan capai 6000 jiwa
Berita pembunuhan, pembakaran, penjarahan, pemerkosaan serta penangkapan Muslim Rohingya di negara segi Arakan (Rakhine), Burma (Myanmar) masih tetap terdengar. Kekerasan kejam itu ditangani oleh sebagian orang kafir Buddha dan pasukan gabungan tentara Burma. Sebagian ribu jiwa Muslim tak bersalah telah gugur (syahid insya Allah) dalam kekerasan yang meraih puncak akhir-akhir ini.
Berdasarkan pada laporan dari komune Ansar Al-Mujahidin, sebagian saksi mata dari keluarga korban yang senantiasa berkomunikasi melalui telephone, memperkirakan bila jumlah kematian Muslim di Arakan dapat mencapai 6000 jiwa hingga saat ini (innalillahi wa innailaihi roji’uun). Sebentar belum ada media yang dapat merinci jumlah spesial korban, mengingat media-media saat ini hanya terima laporan dari warga Rohingya di Arakan yang selamat dan masih tetap bisa berkomunikasi. Menurut saksi, jumlah-jumlah yang hingga saat ini dinyatakan hanya mewakili bila benar-benar berjalan pembantaian brutal pada Muslim di Arakan.
Selain itu dijelaskan bila sebagian etnis kafir Buddha telah membunuh sebagian ratus orang Rohingya lantas melemparkan jasad mereka ke teluk Bengal. Untuk menyembunyikan fakta dan menyebarkan propaganda busuk, sebagian penganut Buddha etnis Rakhine itu menempatkan sebagian pakaian yang umum digunakan warga Buddha pada Muslim yang meninggal dunia dan mengklaim bila mereka yakni jasad orang Buddha sebagai korban.
Pasukan gabungan Nasaka dan sebagian orang Buddha Rakhine juga menangkapi warga-warga Rohingya dari desa-desa mereka yang dapat memimpin orang-orang Muslim, biasanya pria dewasa atau sebagian pemuda, dibawa ke tempat yg tak di kenali dan dikabarkan telah tewas tak terlihat oleh orang-orang setempat.
Lebih jauh lagi, karena biasanya yang dibunuh yakni Muslim lelaki, sampai banyak Muslim tinggal di rumah mereka tidak ada perlindungan dari lelaki, dan banyak Muslimah serta anak-anak yang melarikan diri menuju perbatasan Bangladesh, namun ironisnya pasukan ‘keamanan’ perbatasan Bangladesh kirim kembali perahu-perahu mereka ke Myanmar, sampai sebagian orang kafir Buddha menenggelamkan perahu-perahu kelompok Muslimin dan membunuh sebagian penumpangnya.
Sebentar sebagian puluh ribu Muslim Rohingya di kota-kota di Arakan tengah memikul derita kelaparankarena tidak ada suplai pangan yang cukup, juga karena sebagian toko mereka telah dibakar habis, dan mereka juga memikul derita karena harus jadi tunawisma karena sebagian rumah mereka ludes terbakar, hanya tinggal di sebagian tempat pengungsian yang demikian buruk kondisinya.
Sumber: http://www.infomasakini.com/2016/02/derita-muslim-rohingya-myanmar-15000.html
Indonesiaku

Beberapa jam setelah laporan ada konfrontasi pada satu kapal penjaga pantai Cina serta kapal Indonesia di Laut Cina Selatan, seseorang diplomat Cina disebut-sebut menghubungi petinggi pemerintah Indonesia.
Mereka memohon Indonesia tidak mengangkat permasalahan ini di media mengingat jalinan pertemanan ke-2 negara. Tetapi seperti ditulis Bloomberg, Rabu (23/3), keinginan itu tidak diterima. Petinggi di Jakarta selekasnya mengadakan konferensi media mengeluhkan aksi Cina.
Petinggi Indonesia dengan prasyarat anonim menyampaikan, pemerintah sesungguhnya tidak ingin menyikapi permasalahan ini. Namun mereka sangat terpaksa merespon lantaran aksi Cina dinilai provokatif.
Diplomasi dibalik monitor mengungkap bagaimana ke-2 iris pihak pada biasanya
lebih pilih untuk memperkecil insiden yang berlangsung diantara ke-2 pihak di lokasi perairan itu.
Umpamanya Indonesia biasanya hindari publikasi insiden di Laut Cina Selatan lantaran berupaya melindungi jalinan ekonomi utama dengan Cina. Sesaat Beijing mengerti pentingnya support internasional, terlebih lantaran kasusnya dengan Filipina.
Pakar di ISEAS-Yusof Ishak Institute Singapura Ian Storey menyampaikan, di saat lantas waktu insiden sejenis ini berlangsung Indonesia condong mengecilkannya atau bahkan juga menutupi. Itu dikerjakan untuk kebutuhan jalinan serasi dengan Cina.
" Namun bila Cina mulai coba serta menegakkan klaim yurisdiksi di domain maritim Indonesia, Jakarta tak miliki pilihan terkecuali untuk mempublikasikan aksi Cina serta mendorong kembali melawan tingkah laku asertif Beijing, " tuturnya.
Cina adalah mitra dagang dua arah paling besar di Indonesia. Presiden Indonesia Joko Widodo memercayakan jalinan itu
untuk mendanai banyak keutuhan infrastruktur di Indonesia.
Pada Sabtu (19/3) patroli nelayan Indonesia menangkap kapal Cina di lokasi zona ekonomi eksklusif pulau-pulau Natuna. Hal semacam itu memancing kemarahan Indonesia.
Mereka memohon Indonesia tidak mengangkat permasalahan ini di media mengingat jalinan pertemanan ke-2 negara. Tetapi seperti ditulis Bloomberg, Rabu (23/3), keinginan itu tidak diterima. Petinggi di Jakarta selekasnya mengadakan konferensi media mengeluhkan aksi Cina.
Petinggi Indonesia dengan prasyarat anonim menyampaikan, pemerintah sesungguhnya tidak ingin menyikapi permasalahan ini. Namun mereka sangat terpaksa merespon lantaran aksi Cina dinilai provokatif.
Diplomasi dibalik monitor mengungkap bagaimana ke-2 iris pihak pada biasanya
lebih pilih untuk memperkecil insiden yang berlangsung diantara ke-2 pihak di lokasi perairan itu.
Umpamanya Indonesia biasanya hindari publikasi insiden di Laut Cina Selatan lantaran berupaya melindungi jalinan ekonomi utama dengan Cina. Sesaat Beijing mengerti pentingnya support internasional, terlebih lantaran kasusnya dengan Filipina.
Pakar di ISEAS-Yusof Ishak Institute Singapura Ian Storey menyampaikan, di saat lantas waktu insiden sejenis ini berlangsung Indonesia condong mengecilkannya atau bahkan juga menutupi. Itu dikerjakan untuk kebutuhan jalinan serasi dengan Cina.
" Namun bila Cina mulai coba serta menegakkan klaim yurisdiksi di domain maritim Indonesia, Jakarta tak miliki pilihan terkecuali untuk mempublikasikan aksi Cina serta mendorong kembali melawan tingkah laku asertif Beijing, " tuturnya.
Cina adalah mitra dagang dua arah paling besar di Indonesia. Presiden Indonesia Joko Widodo memercayakan jalinan itu
untuk mendanai banyak keutuhan infrastruktur di Indonesia.
Pada Sabtu (19/3) patroli nelayan Indonesia menangkap kapal Cina di lokasi zona ekonomi eksklusif pulau-pulau Natuna. Hal semacam itu memancing kemarahan Indonesia.
Pemerintah ajukan memprotes ke Cina atas insiden itu.
Tetapi juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying pada Senin (21/3) menyampaikan, insiden berlangsung di lokasi perikanan Cina. Hua malah menyampaikan kapal Cina terserang serta dilecehkan oleh kapal bersenjata Indonesia.
Cina sampai kini mengklaim kian lebih 80 % lokasi Laut Cina Selatan, berdasar pada sembilan garis putus-putus yang tidak memberi koordinat yang pas. Langkah Cina itu menyebabkan sengketa dengan Vietnam, Filipina, Brunei serta Malaysia yang juga mengklaim pulau-pulau didalam garis yang di buat Cina.
Pada 2012, Cina keluarkan paspor yang tunjukkan sembilan garis putus-putus tidak mematuhi batas zona ekonomi eksklusif dari Kepulauan Natuna, namun bukanlah pulau tersebut. Indonesia tidak mengaku klaim itu.
Aksi Cina di Laut Cina Selatan nampaknya tengah menguji Jokowi, yang tengah berusaha membuat perlindungan lokasi perikanan Indonesia dari perambahan ilegal. Jokowi mempunyai visi merubah negaranya jadi kemampuan maritim global.
Angkatan Laut Indonesia dalam sebagian bln. paling akhir sudah menebarkan semakin banyak kapal perang di lokasi Natuna serta mendorong untuk merebut kembali lokasi hawa di daerah militer peka yang sekarang ini dikuasai Singapura. Natuna mempunyai 51 triliun kaki kubik cadangan gas, sepertiga dari keseluruhan negara.
Global Times satu surat berita yang diterbitkan Partai Komunis, menekan ke-2 iris pihak menahan diri serta konsentrasi pada kebutuhan berbarengan. Satu diantaranya seperti proyek kereja kecepatan tinggi Cina-Indonesia. Cina menurut Global Times, tak mengharapkan ikut serta sengketa dengan sebagian negara tetangga di Laut Cina Selatan pada saat yang sama.
" Kepulauan Natuna punya Indonesia. Cina tak keberatan karenanya. Namun ZEE Indonesia yang tumpang tindih dengan garis sembilan putus-putus, bikin perselisihan perikanan di daerah itu tidak terelakkan, " tutur editorial Global Times.
Tetapi juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying pada Senin (21/3) menyampaikan, insiden berlangsung di lokasi perikanan Cina. Hua malah menyampaikan kapal Cina terserang serta dilecehkan oleh kapal bersenjata Indonesia.
Cina sampai kini mengklaim kian lebih 80 % lokasi Laut Cina Selatan, berdasar pada sembilan garis putus-putus yang tidak memberi koordinat yang pas. Langkah Cina itu menyebabkan sengketa dengan Vietnam, Filipina, Brunei serta Malaysia yang juga mengklaim pulau-pulau didalam garis yang di buat Cina.
Pada 2012, Cina keluarkan paspor yang tunjukkan sembilan garis putus-putus tidak mematuhi batas zona ekonomi eksklusif dari Kepulauan Natuna, namun bukanlah pulau tersebut. Indonesia tidak mengaku klaim itu.
Aksi Cina di Laut Cina Selatan nampaknya tengah menguji Jokowi, yang tengah berusaha membuat perlindungan lokasi perikanan Indonesia dari perambahan ilegal. Jokowi mempunyai visi merubah negaranya jadi kemampuan maritim global.
Angkatan Laut Indonesia dalam sebagian bln. paling akhir sudah menebarkan semakin banyak kapal perang di lokasi Natuna serta mendorong untuk merebut kembali lokasi hawa di daerah militer peka yang sekarang ini dikuasai Singapura. Natuna mempunyai 51 triliun kaki kubik cadangan gas, sepertiga dari keseluruhan negara.
Global Times satu surat berita yang diterbitkan Partai Komunis, menekan ke-2 iris pihak menahan diri serta konsentrasi pada kebutuhan berbarengan. Satu diantaranya seperti proyek kereja kecepatan tinggi Cina-Indonesia. Cina menurut Global Times, tak mengharapkan ikut serta sengketa dengan sebagian negara tetangga di Laut Cina Selatan pada saat yang sama.
" Kepulauan Natuna punya Indonesia. Cina tak keberatan karenanya. Namun ZEE Indonesia yang tumpang tindih dengan garis sembilan putus-putus, bikin perselisihan perikanan di daerah itu tidak terelakkan, " tutur editorial Global Times.
Source: http://www.resep-sehat12345.com/


